Detil Berita

Beranda > Laporan > Berita

Nasabah DPLK Jiwasraya Tidak Terimbas Skandal

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menyebutkan hingga saat ini Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Jiwasraya tak terimbas masalah yang terjadi di perusahaan asuransi ini. Pasalnya, DPLK ini dikelola oleh entitas yang terpisah dari asuransi.
Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan DPLK ini menjalankan program keuangan tersendiri sehingga dana yang dikelola oleh perusahaan ini tak terdampak dari masalah keuangan yang saat ini dialami oleh Asuransi Jiwasraya.
"DPLK itu lembaga tersendiri, itu badan hukum tersendiri dan ada metode fund tersendiri dan dia di luar Jiwasraya," kata Hexana usai rapat dengan Panja Jiwasraya Komisi VI, Selasa (7/7/2020).
Hingga saat ini pengelolaan keuangan di DPLK masih berjalan normal, kendati demikian perusahaan sudah tak lagi agresif dalam mencari nasabah baru. Perusahaan hanya memfokuskan diri untuk mengelola dana yang sudah ada saat ini.
Berdasarkan laporan keuangan DPLK Jiwasraya hingga akhir Desember 2019 lalu, perusahaan ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 2,63 triliun, naik dari Rp 2,51 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.
Dana ini paling besar ditempatkan pada deposito berjangka senilai Rp 1,01 triliun dan di reksa dana senilai Rp 740,44 miliar. Penempatan dana lainnya tersebar di Surat Berharga Negara (SBN) obligasi dan sukuk serta saham.
Di tahun lalu perusahaan mencatatkan nilai pendapatan investasi sebesar Rp 120,20 miliar. Jumlah ini turun dari pendapatan investasi sepanjang 2018 yang sebesar Rp 155,51 miliar.
Pendapatan investasi terbesar disumbang dari bunga/bagi hasil senilai Rp 142,28 miliar, lalu dari hasil dividen senilai Rp 2,47 miliar. Sayangnya pada periode ini perusahaan mengalami kerugian pelepasan investasi senilai Rp 24,55 miliar.
Sementara itu, dari sisi Asuransi Jiwasraya sendiri saat ini perusahaan masih menjalankan bisnis unit link lantaran sistem berbeda dengan produk lainnya baik itu yang tradisional maupun savings plan.
Hexana mengungkapkan saat ini produk unit link masih dikelola perusahaan namun sudah tak lagi mencari nasabah baru. Perusahaan hanya mengelola premi yang sudah ada dan berfokus pada rencana restrukturisasi polis nasabah.
"Kita harus sadar juga tapi masyarakat optimis solusi kalau terjadi [pengalihan polis] ke new co [jadi] harapan baru, ini penyelamatan polis," imbuhnya.