Detil Berita

Beranda > Laporan > Berita

Sepanjang 2019, Dana Kelolaan DPLK Jiwasraya tembus Rp 2,65 triliun

Dana Pensiun Lembaga Keuangan merupakan lembaga keuangan yang didirikan oleh perusahaan asuransi dan bank umum dimana pengelolaan aset dan kekayaannya terpisah dari pendiri. Dana yang dikelola bersumber dari iuran peserta baik grup maupun individu dalam bentuk Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP).

Dana kelolaan yang berhasil di catatkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Jiwasraya tahun 2019 mencapai Rp 2,65 triliun dari 85.486 peserta. Jumlah tersebut meningkat 4,78% dari realisasi tahun sebelumnya.
Dengan realisasi tersebut, DPLK Jiwasraya berharap dana kelolaan serta return on investment (ROI) bisa meningkat tahun ini. “Dalam rencana bisnis tahun 2020, DPLK Jiwasraya menargetkan tingkat pertumbuhan aset sebesar 12% dari aset dana kelolaan 2019 serta ROI tumbuh 6,5% secara year on year (yoy),” kata Direktur Eksekutif DPLK Jiwasraya Jasnovaria.

Dengan peningkatan aset kelolaan tersebut tentunya akan meningkatkan kontribusi DPLK Jiwasraya kepada pendiri yakni Asuransi Jiwasraya. Menurut Jasnovaria, kontribusi fee DPLK Jiwasraya pada 2019 kepada pendiri adalah 105,33% dari target yang telah ditetapkan.

Untuk memenuhi target tahun ini, DPLK Jiwasraya telah menyiapkan sejumlah strategi mulai dari memperluas pasar baru lewat program pensiun iuran pasti (PPIP). Selanjutnya meningkatkan jumlah peserta individu baru serta kontribusi iuran dari peserta individu.
“Kami juga akan meningkatkan edukasi terkait produk DPLK Jiwasraya ke masyarakat luas melalui media sosial, iklan dan lainnya. Serta memaksimalkan pelayanan aplikasi DPLK berbasis web dan membangun aplikasi mobile untuk memudahkan peserta mengetahui informasi kepesertaan,” jelasnya.

Perusahaan ini juga akan mempertahankan portofolio peserta eksisting dan menggali potensi penambahan iuran dari peserta individu atau grup. Kemudian memberikan ekstra benefit bagi calon peserta dari grup yang potensial berupa asuransi kematian atau kecelakaan.

DPLK Jiwasraya juga akan melakukan penempatan instrumen investasi sesuai pilihan peserta dan sesuai dengan pedoman investasi yang telah ditetapkan pendiri. Selain itu juga melaksanakan tata kelola yang baik yang mengedepankan manajemen risiko.
“Untuk mendapatkan peserta baru, DPLK Jiwasraya berusaha melakukannya dengan strategi business to business dengan pola sinergi BUMN karena kekuatan perusahaan sebagai BUMN masih menjadi hal yang dapat dibanggakan,” imbuh Direktur Eksekutif DPLK Jiwasraya Jasnovaria.