Detil Berita

Beranda > Laporan > Berita

INVESTASI IKNB : Porsi Saham Bakal Dipangkas

Pelaku industri keuangan non bank memangkas porsi penempatan investasi pada saham memasuki kuartal II/2015 lantaran lesunya kondisi ekonomi dalam negeri, termasuk dampak global yang mempengaruhi pasar finansial.

Guna mengejar hasil investasi yang signifikan, sejumlah pelaku industri keuangan non bank seperti asuransi jiwa dan dana pensiun menyatakan bakal memprioritaskan alokasi investasi ke portofolio deposito dan obligasi ketimbang saham atau reksadana.

?Kami akan pacu di obligasi dan deposito. Pada saat yang sama, kami akan mengurangi porsi saham yang pergerakannya sangat fluktuatif,? kata Direktur Investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS ) ketenagakerjaan Jeffry Haryadi di Jakarta, belum lama ini.

Sepanjang tahun ini, katanya, BPJS Ketenagakerjaan berambisi meraup hasil investasi hingga Rp21 triliun atau naik 16,67% dari realisasi 2014 yakni Rp. 18 triliun. BPJS Ketenagakerjaan juga optimis mampu merealisasikan target hasil investasi sekitar Rp10,5 triliun per semester I/2015.

Sepanjang Kuartal i/2015, BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan hasil investasi senilai Rp5,45 triliun. Capaian tersebut tercatat tumbuh dibandingkan dengan hasil investasi pada kuartal I/2014 yang berkisar Rp3 triliun-Rp4 triliun.

?Porsi reksa dana tidak akan berubah, mungkin hanya saham yang berkurang banyak. Kami berlakukan strategi investasi yang cukup konservatif pada paruh awal ini,? kata Jeffry.

Di sisi lain, PT. Asuransi Jiwasraya (persero) juga berkomitmen untuk menjaga strategi investasi tetap konservatif. Salah satunya dengan mengurangi porsi saham dan mempertahankan porsi reksadana. Pada saat yang sama, perusahaan asuransi jiwa ini juga menambah alokasi ke deposito dan obligasi.

Hingga kini, portofolio investasi Jiwasraya terdiri dari deposito sekitar 20%, obligasi 20%, saham 18%, reksa dana 40%, dan sisanya di properti.

?Porsi saham sekitar 18% itu mau dialihkan ke obligasi. Tetapi, untuk menjual itu (saham), cukup susah dengan kondisi saat ini,? kata Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.

Hasil investasi Jiwasraya tercatat naik tipis sekitar 1,5% dengan imbal hasil di bawah 5%. Padahal, mereka menargetkan hasil investasi mencapai Rp1,5 triliun pada tahun ini.

?Realisasinya sekarang sih Rp600 miliar. Mudah-mudahan bisa tercapai sesuai dengan terget. Ini kami lagi nunggu komitmen pemerintah dalam memacu sektor riil,? katanya.